Kamis, 28 Mei 2015

Kampanye Pertanian Organik - Hemat Pupuk, Hasil Meningkat

Teknologi fermentasi adalah penemuan ilmuwan bidang pertanian yang efektif di bidang pertanian. Dengan fermentasi menggunakan mikroba pengurai, pupuk organik lebih berkualitas dan siap digunakan. Jadi, jika teknilogi fermentasi adalah solusi untuk membuat pupuk organik tersedia, kenapa petani kita masih direpotkan dengan masalah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk ? Tujuan swasembada pangan bisa disederhanakan dengan langkah awal revolusi sistem pertaniah organik. Ini hanya masalah mengubah pola pikir, kebiasaan dan niat kita saja untuk beralih ke organik.


Mengembalikan Fungsi Alami Tanah, Mengembalikan Rantai Makanan

Kebiasaan petani di Indonesia saat ini ngin semuanya serba praktis. Maka tawaran untuk menggunakan pupuk kimia terkesan menggiurkan dan tidak memikirkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan manusia sendiri. Kampanye Pertanian Organik mengajak petani untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan menuju cara budidaya yang alami dan lestari. Langkah pertama budidaya organik dimulai dengan pengolahan lahan secara alami. Sisa batang tanaman seperti bawang merah, padi, cabe dll tidak perlu dibakar. cukup ditimbun tanah, dibasahi air, dan difermentasi menggunakan Beka Dekomposer. Larutan Beka disemprotkan ke lahan sebelum tanah dibajak. Saat pembalikan tanah, mikroba yang terkandung pada Beka mulai bekerja untuk mengurai bahan-bahan organik tersebut menjadi pupuk alami. Setelah semingu, lahan siap ditebari bibit.
Lahan yang kaya akan nutrisi, unsur hara, dan mikroba dapat mengembalikan rantai makanan. Binatang renik dan cacing akan berkembang, yang akan membantu memnyburkan tanah secara alami. Enzim dalam tubuh cacing juga berguna untuk menambah nutrisi tanah.

Sebagai ilustrasi adalah budidaya padi.

Membakar jerami sama saja dengan membakar pupuk alami yang sebenarnya bermanfaat. Sebagai petani, terkadang kita serakah. Semua kita panen baik itu bulir padi dan juga jeraminya. Seandainya yang kita bawa hanya buahnya, batang/jerami kita tinggal di lahan dan difermentasi, sebenarnya kita telah menghemat penggunaan pupuk. karena batang padi telah mengandung unsur hara (N, P, K, dll) setelah dirombak dengan fermentasi Beka Dekomposer.

Persiapan Bibit

Sebelum disemai, benih (padi, jagung, kedelai, cabe, bawang, dll) sebaiknya direndam dengan larutan Pomi. Fungsinya untuk memperkaya nutrisi dan mempercepat tumbuhnya kecambah.

Bertani Organik bukan hanya sekedar orientasi hasil, ini membawa misi penghargaan pada karya ciptaan Tuhan, kodrat alami makhluk hidup.




Harga Beka Dekomposer : Rp. 63.000 (isi bersih : 1 liter)
 *) belum termasuk biaya kirim      

Cara Pemesanan :
1.      Datang langsung atau Menghubungi kami : Kios Organik “Kinanti Agromart”
Alamat : Jl. Srandakan km. 5 Siyangan, Triharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta
Contact Person : 
Daniel Prasetyo (085743285570)
Pin BB : 7E9645C5
2.      Menyampaikan jenis produk dan jumlah order
3.      Pembayaran dapat dilakukan via transfer bank
No. Rek. 137.000.680124
Bank Mandiri a.n Daniel Prasetyo
4.     Kinanti Agromart memproses order setelah konfirmasi pembayaran, kemudian mengirim produk ke alamat customer via jasa pengiriman barang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar